Setelah berkelana dalam derita yg terasa amat perih
Aku tak terluka raga, tapi aku merintih
Aku tersiksa jiwa dan hampir mati
Ya, aku hampir mati tanpa-Mu
Jasad ini bukan milikku
Maka ketika hati mulai selingkuh
Aku kian runtuh mengingat dosa
Aku hina dalam kelalaian dunia
Duhai Ilahi, sungguh tiada yg lebih berarti selain diri-Mu
Biarkanlah wajahku tersungkur menghamba
Mengisi malam-malam penuh isak tangis
Hanya Engkau tempatku mengemis
Mengharap semua jawaban atas setiap doa
Jangan tinggalkan aku dalam kesesatan
Tetaplah bersamaku menuntun jalan
Bimbing aku mencari cahaya
Menuju jumpa-Mu penuh cita