Minggu, 31 Juli 2016

Tangisan Seorang Hamba

Robbi, kudatang padamu dengan luka hati
Setelah berkelana dalam derita yg terasa amat perih
Aku tak terluka raga, tapi aku merintih
Aku tersiksa jiwa dan hampir mati
Ya, aku hampir mati tanpa-Mu
Jasad ini bukan milikku
Maka ketika hati mulai selingkuh
Aku kian runtuh mengingat dosa
Aku hina dalam kelalaian dunia
Duhai Ilahi, sungguh tiada yg lebih berarti selain diri-Mu
Biarkanlah wajahku tersungkur menghamba
Mengisi malam-malam penuh isak tangis
Hanya Engkau tempatku mengemis
Mengharap semua jawaban atas setiap doa
Jangan tinggalkan aku dalam kesesatan
Tetaplah bersamaku menuntun jalan
Bimbing aku mencari cahaya
Menuju jumpa-Mu penuh cita

Senin, 25 Juli 2016

Hilang

Kemana kuharus pergi
Tatkala tiada lagi tempat tuk kusinggahi
Ke mana kuharus berlari
Ketika tak lagi orang menginginkanku kembali

Di mana kudapat berteduh
Saat selaksa badai terasa bergemuruh
Perasaan kacau mengamuk riuh
Mencari jalan, menata langkah yang lumpuh

Siapa kan jadi tempat mengeluh
Bila airmata terpaksa jatuh
Adakah duka kan terhapus sempurna
Setelah lama merebak dalam lubuk jiwa

Di sini ku kembali
Mengayun kaki yang terseok duri
Memelas atas luka yang mendera
Dan sakit yang tak henti menyiksa

Di sini ku kembali
Menghadapkan wajah penuh kesah
Menengadah dengan lemah
Menanti kilau cahaya cerah
Mengusir amarah, membuang gundah

Di sini rupanya
Di sinilah
Di sisi Rabb Mahakuasa
Yang membelaiku mesra
Menghapus airmata dengan cinta-Nya