Assalaamu’alaykum, ikhwah…
Tidak terasa ya setahun berlalu tanpamu… ups! Yang begini nih yang mesti dikurang-kurangin. Sebentar lagi 2017 lho, masih belum bisa move on? Hehehe… Malu tuh sama Allah. (kaca mana kaca? Hihihi). Daripada saling lempar kesalahan, mending kita hijrah sama-sama yuk, guys!
Teman-teman tau kan kebiasaan anak muda di malam pergantian tahun Masehi? Yap, tepat sekali jawabannya, jalan-jalan bareng pacar atau gebetan dan sebangsanya lah. Sedih nggak sih ngeliatnya? Betapa banyak laki-laki dan perempuan yang belum mahram saling berkumpul bahkan tanpa batasan. Mereka membuang waktu dengan sia-sia hanya untuk hura-hura. Padahal tidak ada yang menjamin bahwa setelah pesta malam tahun baru itu, masih ada kesempatan untuk hidup di tahun berikutnya. Kalau ada yang berdalih, ’kan mumpung muda, dinikmati saja’. Lha iya sih bener memang, mumpung muda. Tapi masalahnya, apakah kita yakin bahwa usia kita akan sampai pada masa tua? Na’udzu billaahi min dzaalik.
Sobat, mari kita ingat kembali perjalanan hidup kita selama satu tahun ini. Berapa banyak waktu yang sudah kita lalaikan selama ini? Apakah kita masih sempat menghadirkan Allah dalam hari-hari kita, ataukah kita terlalu sibuk sampai-sampai tak ada waktu untuk mendekat pada-Nya? Padahal Allah selalu menunggu kita lho! Nggak percaya? Buktinya Allah masih membiarkan kita hidup walaupun kita terus-terusan nggak inget sama Allah. Kenapa Allah nggak langsung membinasakan kita seperti kaum-kaum terdahulu yang dikisahkan dalam Al-Qur’an? Nah, itulah bukti kasih sayang Allah yang tak perlu kita ragukan.
Allah selalu saja memberi meski kita cenderung menyakiti dengan kelakuan kita yang menduakan-Nya dengan hal-hal lain. Itu artinya, Allah ingin kita kembali pada-Nya, Allah rindu rintihan kita dalam do’a, Allah ingin kita datang kepada-Nya dan menceritakan segala aktivitas kita hanya kepada-Nya. SubhaanAllaah wa bihamdihi. SubhaanAllaahil ‘azhiim. Adakah yang lebih pantas dicintai melebihi kecintaan pada Allah?
Hmm… ko jadi pada serius gini ya mukanya?! Udah udah, jangan sedih, sobat! Masa lalu dan kesalahan kita tak cukup hanya dengan ditangisi, tapi perlu diperbaiki. Makanya nih, selagi kita masih punya kesempatan, yuk hijrah!
Dear readers yang sholih-sholihah nan indah akhlaqnya serta rupawan wajahnya….hehe, (pasti pipi readers lagi bersemu merah nih). Yuk mulai sekarang kita buka lembaran baru. Hah, lembaran baru? Maksudnya nikah? Eits…siapa bilang! Hadeuh, baper-nya kumat nih.
Gini lho guys, untuk kalian yang selama setahun ini sholatnya masih bolong-bolong, yuk diperbaiki, ibadahnya ditingkatkan lagi. Bagi yang kemarin-kemarin masih malas-malasan bekerja, coba didongkrak lagi semangatnya. Kan katanya mau nikahin si doi, kok males-malesan? Ehehehe, bercanda deng. Yang lagi menuntut ilmu, baik kuliah maupun sekolah, yuk jadi remaja yang prestatif dan produktif. Percaya deh, penyesalan itu selalu datang belakangan.
Jadi, mumpung kita masih segar bugar, mari maksimalkan kinerja otak kita untuk memperdalam berbagai macam ilmu, terutama ilmu agama yang akan menjadi bekal kita dalam mengarungi kehidupan ini. Jangan biarkan otak kita lecet gara-gara keseringan nge-galau-in si ‘dia’. Rugi, guys. Tau nggak sih, ‘dia’ tuh nggak bisa dimintai pertanggungjawaban atas sakit kepala yang menimpa kita karena keseringan ngelamunin dia. Lha wong dia nggak tau kalau tiap malem ditangisin. Hehehe. Udah deh, daripada baper berkepanjangan, mending colek tuh Al-Qur’an yang udah jelas-jelas bisa memberi ketenangan. Dibaca ya, jangan dicolek doang!
Ekhem.. ekhem.. mau ngajak ngomong serius nih, guys. Seperti yang kita tahu, kondisi pemuda Islam dewasa ini sangat memprihatinkan. Lihat saja, pacaran dan pergaulan bebas merebak di mana-mana, bahkan virus-virus merah jambu juga sudah mulai menyerang para aktivis Islam. Mereka saling mencintai dalam diam. Ya, diam-diam stalking, diam-diam memperhatikan dari kejauhan. Kalian nggak gitu kan? Maasyaa Allaah. Miris sekali, padahal mereka adalah bibit-bibit pejuang Islam yang seharusnya akan tumbuh subur dengan keimanan dan ketaatan. Nah, inilah tugas kita sebagai pemuda yang peduli dengan nilai-nilai Islam untuk merangkul mereka kembali ke dalam syari’at Islam. Kita ??? Ya iyalah kita, emangnya kalian tega membiarkanku berjuang sendirian? Hihihi.. no baper, okay!
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Muhammad ayat 7:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Tuh kan, Al-Qur’an bahkan berisi petunjuk bagi kita untuk melangkah dalam mengarungi kehidupan ini. Mulai sekarang, yuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Tahun 2017 hanya tinggal hitungan menit, kawan. Ayo kita maksimalkan waktu yang kita punya. Jangan ragu untuk melangkah, memang…jalan hijrah itu tiada mudah, tetapi yakinlah, ada Allah yang akan menguatkan kita. Yang pertama harus kita lakukan adalah meluruskan niat karena Allah. Lalu mulai membuka jalan baru dengan segala kemantapan hati. Jangan heran bila di tengah jalan hijrah, banyak teman yang mulai meninggalkan kita karena kita tak lagi seasyik dulu. Biarkan saja, tak perlu bersedih, sebab Allah akan menggantinya dengan sahabat-sahabat yang akan membersamai langkah kita menuju ridho-Nya, bahkan sampai ke Surga. Tak perlu menunggu nanti dan nanti untuk memperbaiki diri. Sadarkah, nyawa kita berada dalam genggaman Allah, kalau ternyata Izrail lebih dulu menjemput sebelum kita sempat menjemput hidayah, apa yang bisa kita perbuat?
Kalau ada yang bilang, ‘Kuno banget sih lo, hari gini nggak punya pacar’?
Sedih nggak digituin? Cup cup cup,, singlelillah nggak boleh sedih digituin. Ya kali ada orang bangga dengan perbuatan dosanya. Justru kita harus kasihan dengan mereka yang seperti itu. Mereka adalah saudara kita yang sedang keliru, mereka perlu dibimbing untuk kembali menemukan jalan yang benar.
Yuk kita simak firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 26:
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperolah ampunan dan rezeki yang mulia.”
Sudah baca sendiri kan ayat di atas? Allah sudah mempersiapkan jodoh kita bahkan sebelum kita dilahirkan ke dunia. Jadi, nggak usah mencarinya dengan jalan pacaran ya. Untuk yang laki-laki, bila memang sudah siap menikah dan sudah lurus niatnya, langsung saja temui ayah si doi dan sampaikan niat untuk meminang itu secara baik-baik dan meyakinkan. Karena jodoh adalah cerminan atas diri kita, maka lebih baik mulai sekarang kita sibukkan diri dengan mensholih/mensholihah-kan diri, agar kelak pantas untuk mendapatkan pasangan yang sholih/sholihah pula. Jangan biarkan setan mengambil bagian dari kisah cinta kita. Serahkan semuanya pada Allah, jodoh tidak akan tertukar. Tak perlu kita takut si dia akan jatuh cinta pada orang lain. Tenang saja, hati itu Allah yang menggenggam. Lebih baik kita isi masa muda ini dengan berkarya dan menebar sebanyak-banyaknya manfaat, supaya bisa masuk Surga bareng-bareng. 😊☺😃
Masa muda, berjuanglah tuk mengendalikan jiwa, menundukkan amarah dan hawa nafsu, serta mengalahkan setan. (Ibnu Jauzi)
Sampai sini dulu yaa goresan di penghujung tahun 2016 ini. Semoga bermanfaat. Ingat, jangan ada baper di antara kita!
Semangat berhijraaaaaaaaaaah!
Wallaahu a’lam bish showaab


