(Puisi ini terinspirasi dari Warga Binaan di Rutan Pondok Bambu saat saya dan tim komunitas datang untuk mengajarkan salah satu metode menghafal Qur'an. Sungguh, ada banyak hikmah yang membuat airmata tak henti bercucuran. Salah satu yang sangat melekat di ingatan saya adalah saat salah seorang WB berbisik perlahan sesaat sebelum kami berpamitan, "Ustadzah...do'akan yang terbaik untuk hidup saya ya. Terbaik menurut Allah.")
![]() |
| Terimakasih telah mengizinkanku bertandang Mereguk hikmah dari kisah-kisah usang Biarlah yang lalu menghilang Tanpa berbekas tiada kenang |
Pada senja aku telah bercerita
Tentang sekelumit kisah lara
Berbekas kelabu pertanda dosa
Iringan masa lalu dalam kubang nista
Kurangkai
jalinan asa
Yang terpenjara dalam sesal rasa
Yang terpenjara dalam sesal rasa
Lanjutkan
cerita meski didera
Mengemis
waktu tuk kembali pada semesta
Hari itu tak kuhirup aroma senja
Hanya kudapati setitik cahaya jingga
Menelisik celah sempit jeruji baja
Sejak itu, senja urung hadirkan tawa
Tetapi esok senja kan meminta
Tetapi esok senja kan meminta
Pijaran
warna setelah hujan air mata
Saat
Tuhan hadirkan kesempatan kedua
Dan
kusadari, masih ada jalan menuju Surga
