Selasa, 10 Januari 2017

Meniti Terang

(Puisi untuk murid-muridku tercinta, para bintang kecil penghias jejakku di atas bumi. Always love u all, dears)



Semilir udara berhembus menyapu sang biru
Jingga pun menampakkan diri pada ufuk senja
Kian sendu bak raut bermuram durja
Menata irama jejak simfoni dunia

Senandung rindu membawa pergi isyarat hati
Menghinggapi kepingan rasa yang bersembunyi
Merdu terdengar di relung jiwa yang sunyi

Detak cinta kian riuh menggelora
Berdegup menggebu dalam sukma
Tahukah kiranya mengapa 
Sebab kita lekat dalam hangatnya cengkrama

Jumpa kita ialah pelipur segala lara
Penawar resah dan gundah gulana

Bila hariku ibarat langit malam 
Maka setiap kata yang meluncur saat mata beradu pandang
Ialah cahaya yang berpendar dalam suram
Jangan biarkan ia tenggelam
Tetaplah menerangi jejak impian yang hampir mengelam
Jadilah rembulan dan bintang
Yang selalu dirindukan malam tuk menghapus kelam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar