Duhai hati...
Kau bersemayam dalam diri seorang insan yang lemah
Penghuni akhir zaman yang sering mengumbar kesah
Terkadang khilaf menimpali banyak salah
Menantang iman yang kerap terancam goyah
Duhai hati...
Kau berteduh di dalam jiwa yang rapuh
Bersarang di antara jutaan keluh
Bersusah payah meredam angkuh
Mengokohkan tekad yang hampir runtuh
Duhai hati...
Kau terhimpun dalam raga yang ringkih
Sekujur jasad yang mudah teriris perih
Melemah di tengah juang penuh rintang
Tak kuasa hadapi ujian yang menerjang
Duhai hati...
Kutahu kau tak setangguh besi
Tetapi kau dan aku bisa bersinergi
Menghidupkan janji yang sempat teringkari
Membangun hidup dalam keimanan sejati
Duhai hati...
Bersabarlah menahan segala godaan
Jangan tertipu oleh pesona dunia
Kupastikan dunia takkan setia
Ia akan pergi meninggalkan kita dalam kehinaan
Tegarlah wahai hati...
Tak perlu ragui janji
Karena kehidupan akan terus berganti
Menghadirkan kebahagiaan hakiki
Wahai hati...
Tetaplah menemani langkah kaki
Jejak yang hampir tersekat duri
Meski peluh terasa mengaliri nadi
Kuharap kita kan tetap menapaki jalan ini
Sampai mati memaksa kita tuk berhenti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar