Mentari mulai pergi
Jingga menari dalam elegi
Hati sepi seiring berganti hari
Hilang ditelan kesunyian menanti
Gelap terasa relung hati
Hampa tiada keindahan yang mengisi
Suara terbungkam sepi
Mata hanya mampu meratap perih
Duniaku malang dalam kesepian
Tersiksa waktu yang menjanjikan perjumpaan
Jiwa tak berdaya mengikuti gerak permainan
Waktu yang bersenda gurau dalam perputaran
Biarkan waktuku terserak tanpa tujuan
Asal kau tak tinggalkanku di persimpangan
Kan kunanti masa kita bersua
Memadu kasih dalam bahtera cinta menuju Surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar