Sabtu, 23 Januari 2016

Hujan Belum Mau Reda

Rintik hujan membasahi wajah bumi yang teduh
Menjatuhkan gemericik air yang melompat perlahan
Bersapu desiran angin yang memoles celah dedaunan
Sejuk mengalun jiwa-jiwa yang rapuh

Hujan masih merintikkan tangisan awan
Berderai meloloskan kesedihan
Bak nyanyian yang memadu irama syahdu
Memainkan harmoni nada-nada pilu

Rintik hujan mendatangkan kenangan
Memori usang dalam ruang ingatan
Pada kebersamaan kita yang telah hilang
Terkikis waktu yang mengelam

Hujan belum mau reda
Menggenangi pijakanku dengan tetesan sucinya
Menjemput airmata keluar dari sarangnya
Dalam isak teriring tetes hujan yang bersahutan

Hujan belum mau pergi
Meninggalkan hati yang sepi
Biarlah membekas sampai berganti sang pelangi
Pelipur luka hati dalam dingin yang menusuk diri
Kini biarlah hujan datang
Menghapus kesedihan yang telah lama bersarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar