Rabu, 13 Januari 2016

Jauh Di Mata Bunda Memandang

Bunda sayang…
Ananda kini jauh dari pandanganmu
Kita terpisah oleh batasan ruang dan waktu
Ananda selalu merindumu
Dalam setiap langkah menuntut ilmu

Bunda sayang…
Di sini ananda dikelilingi banyak teman
Mereka selalu mengingatkanku pada kebaikan
Seperti nasihat bunda yang biasa ananda dengarkan
Begitu banyak orang yang menyayangiku meski tanpa ikatan
Kami dipersatukan hanya dalam persaudaraan iman

Bunda sayang…
Tiap hari ananda pergi mencari ridho Ilahi
Bersungguh-sungguh menjala ilmu sebagai bekal di hari nanti
Namun tak jarang jalan ananda bertabur duri
Kesedihan dan perih pun mulai terasa menggores hati

Bunda sayang…
Sekuatnya ananda mencoba bertahan di sini
Mengejar mimpi yang berulang kali datang dan pergi
Meski tak jarang ananda merasa tak sanggup lagi
Menahan luka hati yang kian tak terobati

Bunda sayang…
Ananda merasa kesulitan
Pada beberapa pelajaran yang baru diperkenalkan
Terkadang putus asa hampir datang menghadang tekad dan iman
Tetapi raut penuh harap bunda di rumah selalu terbayang dalam ingatan

Bunda sayang…
Bukan sekali kerinduan melenyapkanku dari kesadaran
Ananda sering terhanyut dalam tangis yang mendalam
Ananda rindu berjumpa bunda
Ananda rindu dekapan hangat bunda

Bunda sayang…
Jalan ini telah menjadi pilihan
Ananda yakin inilah yang terbaik dari Tuhan
Do’akan ananda mampu bertahan
Melawan kesulitan, menghadang segala rintangan

Bunda sayang…
Suatu hari nanti ananda kan kembali
Membawa sejuta kenyataan dari luasnya samudera mimpi
Semoga bunda selalu diberi kesehatan
Hingga tiba saatnya kuhadiahkan pada bunda kesuksesan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar