Rabu, 13 Januari 2016

Isi Hati yang Tersembunyi

Aku mengagumimu sejak lama
Saat kita belum saling menyapa
Dan senyuman masih tersembunyi dari muka
Tak ada suara, tanpa kata-kata

Pada hari perjumpaan pertama kita
Ada rasa yang tak bisa kujelaskan maknanya
Tapi ia terus mengisi relung jiwa
Tak pernah mati walau tiada lagi jumpa antara kita

Tiga tahun lalu yang menjadi penanda terpesona
Pada kesholihanmu yang berbinar dalam akhlaq mulia
Pandanganmu yang selalu terjaga
Juga lisan yang tak banyak mengumbar suara

Kau datang memberi kabar pada hati
Tentang kedekatan seorang hamba pada Ilahi
Menjadi penjaga ayat cinta-Nya
Membumikan kalam, melangitkan manusia

Kurasa jelas sebabku memendam rasa
Tak lain karena kesetiaanmu berpegang teguh pada agama
Semoga aku dapat mengambil cinta
Dari akhlaqmu yang seperti mutiara

Kini rasa itu tetap ada
Dengan kesucian yang masih terjaga
Semoga takkan ada noda
Hingga semua asa terwujud dalam nyata

Kutahu Rabb-ku takkan menyiakan do’a
Seperti halnya cinta yang selalu kuminta
Sebuah nama yang sering kusebut dalam harap pinta
Meski ragu dan merasa malu
Selalu kukatakan, semoga..dan semoga…

Terima kasih untukmu, akhi
Yang telah membuatku berbenah diri
Tuk menjadi insan mulia di mata Ilahi
Yang lisannya senantiasa berdzikir tiada henti
Juga tujuan hakiki tentang hidup yang selalu mengisi ruang hati
Sungguh padamu kuberhutang budi
Atas keteladanan yang kau beri
Walau kumengambil darimu secara bersembunyi
Demi menjaga hati agar tak terkotori
Karena kutahu betapa wanita adalah fitnah bagi lelaki

Suatu hari nanti kuharap kita bisa bersama
Mengarungi bahtera cinta dalam ridho-Nya
Aku akan bersabar menanti cara Allah mempersatukan kita  
Agar penantian ini kelak berbuah Surga
Kala semua telah menjadi indah pada waktunya

Jikapun nanti semua harapku tak sama dengan jalan-Nya
Kuyakin Allah kan memberiku ikhwan yang lebih baik menurut-Nya
Baik untukku, baik untuk agamaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar