Rabu, 13 Januari 2016

Pesan Juang

Adikku…
Kau mampu melihat dengan mata kepalamu sendiri
Kehancuran yang secara perlahan menghadang kita
Iman kita nyaris binasa dalam arus dunia yang menggila
Lihatlah…saksikanlah beribu pasang mata yang menyorot seorang wanita minim busana
Di atas sebuah pentas ia menjadi pujaan manusia
Miris…miris sekali, adikku

Adikku…
Kiranya kau mampu merasakan kesakitanku
Sebuah luka lama yang tak kunjung terobati sakitnya
Kepedihan atas hilangnya kebersamaan dalam Iman
Kala derasnya pergaulan tanpa batas diam-diam merenggut pejuang kita

Adikku…
Andai kau mampu membaca kebisuanku
Kata hati yang tak sempat tersampaikan oleh lisan yang kelu
Suara jiwa yang tertahan dalam sesak yang menyiksa
Apalagi yang bisa kukatakan saat kulihat perpecahan di antara kita ?

Adikku…
Kuharap kau mampu memahami sebuah mimpi
Imaji yang menghiasi langit malam dalam lelap sebuah peristirahatan
Ialah Islam berjaya di muka bumi
Berkibar panji Ilahi menaungi seluruh negeri

Adikku…
aku telah melewati banyak waktu di dunia
Sudah banyak pilu nestapa yang menjadi ratapan
Pada kezaliman penguasa dan amoral yang seolah menjadi biasa
Maksiat tak lagi jadi pertimbangan berbuah dosa

Adikku…
Meski berliku, jalan ini harus kita lalui
Namun aku tak tahu akankah sampai kejayaan yang kumau tak terbatas usiaku
Jika aku lebih dulu pergi meninggalkanmu juga dunia ini
Jangan berhenti berjuang untuk sebuah kemenangan hakiki

Adikku…
Kaulah pejuang yang dinanti oleh ummat
Berikanlah kemanfaatan terbaik yang kau mampu
Luruskan kesimpangan yang telah lama membeku
Satukan kembali ikatan persaudaraan yang nyaris tak pernah bersatu
Kita adalah sebuah bangunan yang hakikatnya saling menguatkan
Sadarkan saudara kita dari lamunan panjang
Yang memudarkan persatuan dalam barisan perjuangan
Kita hilang
Kita hanyut dalam buai angan
Kita lupa akan kehidupan setelah dunia

Adikku…
Bergeraklah dengan semurninya tujuan
Bayangkan wajah para pewaris risalah yang meletakkan amanah di bahu kita
Ingatlah bagaimana Islam dibangun dengan susah payah
Adakah kita orang-orang yang tak bisa menjaga amanah ?

Adikku…
Ingatlah perjuangan ini bukan pesanku
Melainkan pesan Tuhan yang dibisikkan pada telinga manusia
Allah telah tunjukkan kuasa-Nya pada setiap peristiwa
Hanya kita yang belum tersentuh jiwanya
Padahal tak sekali pula Allah turunkan bencana
Agar kita membaca tanda-tanda kemurkaan-Nya
Tapi kita terlena dengan permainan yang ada
Kita tertidur pada kembara menuju negeri yang sebenarnya

Adikku…
Berjuanglah untuk agama kita
Kuatkan tekad dalam jiwa
Lawanlah berbagai rintangan
Runtuhkan dinding keraguan
Karena janji Tuhan takkan diingkari
Meski langkahmu harus terputus oleh mati
Berjuanglah untuk sebuah cita mulia
Runtuhkanlah angkuhnya keegoan dunia
Semoga kelak gugurmu tercatat sebagai syuhada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar