Kamis, 21 Januari 2016

Lelaki Perkasaku

(Sebuah puisi untuk lelaki paling perkasa dalam hidupku, yaitu ayah)

Suatu hari kulihat peluh bercucuran melintasi pelipismu
Tubuhmu terbakar terik dalam siang yang mencekik
Berderai tetes demi tetes semangat yang terus memercik
Kau menerjang kerasnya perjuangan dengan gagah
Tanpa peduli pada lelah yang menggodamu untuk menyerah
Kau menapaki  jalan itu dengan perkasa
Jalan mencari keridhoan Ilahi demi sebuah nafkah

Suatu hari yang takkan terlupa dalam memori
Kala bergetar tubuhmu yang kekar
Diterpa derasnya hujan dan kilau petir yang menyambar
Di sana kau tetap berdiri tak gentar Menembus siksaan dingin yang berhembus
Di tengah rintik hujan yang terus menyerang
Kau bertahan mengarungi bahtera mencari penghidupan
Meski wajahmu terkikis ratapan pilu yang menghujam
Kau tak meratapi nasib hidup yang mengelam

Suatu hari kudengar ramai orang menyebut namamu
Segala cerca dan cemooh hina tertuju pada usahamu
Tapi tak tampak olehku wajah muram di garis mukamu
Kau terus membuat jejak
Kau tak memberi ruang pada hati untuk menangisi kekejaman dunia ini
Kau bertahan di tengah terpaan angin dahsyat yang merobohkan banyak impian
Tapi bukan impianmu
Kau tak goyah sedikitpun
Tak kulihat pada dirimu melainkan semangat yang terus menggebu

Suatu hari yang terus membekas di kedalaman ruang hati
Saat senyum ketulusan terukir di bibirmu yang kering
Walau berjuta pedih mengiris batinmu  
Yang terlihat di mataku hanyalah pancaran cinta yang menatapku sendu
Sekeping rasa yang berkilauan di balik jernih bola matamu
Kau menyebutnya cahaya asa
Cahaya yang memancar kala semangatmu redup

Aku telah menjelajah ribuan hari bersamamu
Menjadi saksi kegigihanmu menghidupiku
Pahit getir perjuangan telah kau rasa
Tetapi hanya manis yang kau bagi padaku
Aku terlalu berharga untuk ikut merana, itu katamu
Tetapi kali ini kau tak bisa menutupi lagi kesakitanmu
Luka yang kau kubur jauh dari penglihatanku

Aku telah tumbuh besar di tanganmu
Mataku merekam jelas jutaan memori lalu
Suka dan duka telah berpadu mewarnai kisah kita
Kini bahagia menyelimuti hari kita
Atas izin Sang Kuasa, segenggam kesukesan telah kau raih setelah perjalanan panjang yang menyiksa
Akan kuabadikan kisah hebat ini dalam hidupku
Kisah heroik yang ditorehkan oleh sang lelaki perkasaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar