Rabu, 13 Januari 2016

Jeritan Hati Tanpa Suara

Ayah, bunda…berada di sisimu adalah kehangatan
Senyum dan tawa dalam mesra canda yang selalu mengisi ruang ingatan
Kebersamaan dan keanggunan nuansa kekeluargaan
Aku tak ingin semua ini hilang
Walau hanya terambil sedetik dari bertahun-tahun usia kita

Ayah, bunda…Kini kita tak bisa bersama tiap saat
Di seberang jauh aku telah menetap
Mencari ilmu sebagai bekal kehidupan
Agar kelak bisa mengukir senyum kebahagiaan
Di wajah tulus dua insan yang pertama kulihat di dunia

Ayah, bunda…sungguh pada tiap pertemuan singkat, aku tak ingin perjumpaan kita lenyap
Kerinduanku terlalu erat pada kehangatan dekap cinta
Aku tak kuasa meninggalkan lagi sepasang manusia terhebat yang kupunya
Namun apa daya keadaan menuntutku menjauh
Sekuat jiwa kuredam gejolak rasa demi berjuang menjemput asa yang menguras peluh

Ayah, bunda…betapa airmata tak mampu bertahan dalam sarangnya
Ia terpaksa berjatuhan mengiringi suara hati yang memilu dalam rindu
Langkahku tak lepas dari bayang-bayang suaramu
Langitku kelam tanpa bisikan penguat semangat
Aku tak tentu arah tanpa ayah dan bunda

Ayah, bunda…Aku selalu merindumu dalam do’a
Di kegelapan malam yang mencekam
Karena hatiku menjerit memanggil namamu
Suaraku tertahan dalam isak pilu
Mencoba tegar dalam kesendirian

Ayah, bunda…dalam kepekatan malan nan sunyi, hatiku seolah mati
Terkubur luka kerinduan yang lama tersimpan
Perjumpaan kita tidaklah lama
Sekejap, lalu memudar diterpa hembusan waktu

Ayah, bunda…ini adalah mimpi buruk
Hidup sendiri di tengah keramaian ibukota
Tanpa ditemani orang-orang tercinta
Mengadu nasib dalam kerasnya perjuangan menempuh cita

Ayah, bunda…banyak kata yang tak sanggup tersuarakan
Tentang luka
Tentang duka
Segala kesulitan yang menyesakkan jiwa
Kehancuran batinku yang meronta
Aku belum bisa jauh dari ayah dan bunda

Ayah, bunda…ini terlalu berat bagiku
Aku hanya orang biasa yang memimpikan sekolah tinggi
Aku telah meraihnya
Tapi kesulitan terus menghadang langkah
Aku gemetar tak mampu bertahan
Kala orang-orang memperebutkan nilai sebagai kebanggaan
Aku hanya berfikir, akankah aku bertahan sampai batas waktu yang ditentukan ?

Ayah, bunda…Aku di sini tak sekedar mencari pengetahuan
Aku belajar tentang kehidupan
Belajar menjadi orang yang menghargai perjuangan
Menebar manfaat untuk ummat
 Dan mengarungi kehidupan sehari-hari dengan mandiri

Ayah, bunda…Meski perih mengiris seluruh jiwa
Aku akan mencoba berdiri di atas keteguhanku
Menjemput mimpi tertinggi
Menghadirkan kebahagiaan hakiki
Untuk sepasang manusia yang begitu berarti
Allah ada bersamaku
Allah akan menjagaku dan menjagamu
Allah akan kirimkan pesan-pesan kerinduanku padamu
Dalam kekhusyuan sujud penghambaan pada-Nya
Sekuat semampu ku kan berjuang melawan kerasnya gejolak dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar