Seutas rindu membayang dalam qolbu
Imajiku mengembara di atas permainan waktu
Hati bergemuruh mencemburu
Tak ingin Kau menjauh dariku
Setitik ragu terselip dalam pikir
Ketakutan yang menghadang jika datang hari akhir
Sebab rinduku pernah pergi meski ia kembali hadir
Rasa yang tak henti berdesir
Bergemuruh di antara muara airmata
Dalam hening penghambaan menanti jumpa
Rindu ini telah lama bersemayam dalam dada
Sempat aku hampir menukarnya
Dengan kerinduan pada manusia yang kucinta
Tetapi Kau bisikkan rayuan di telinga
Betapa cinta sejati telah ada sejak lama
Hanya aku yang terlambat menyadarinya
Kau adalah Sang Maha Cinta
Yang selalu memberi meski cinta-Mu telah kukhianati
Ampuni aku telah mendustai hati
Melukai janji yang terikat dengan suci
Kini rinduku takkan kubagi
Hanya untuk-Mu, satu Yang Abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar