(Banyak orang yang memiliki fisik tak sempurna. Dari ketidaksempurnaan tersebut, ada banyak jalan yang dilakukan oleh sang pemiliknya, di antaranya ia merasa minder, menyalahkan Tuhan, tetapi ada juga yang bangkit dari kekurangan, dan mencoba menghidupkan kelebihan yang dimiliki tanpa harus mengeluhkan ketidaksempurnaan fisik. Jika kita mau membuka jendela, di luar sana banyak sekali orang yang memiliki cacat fisik dengan kemampuan hebat yang mungkin saja tak dimiliki oleh manusia berfisik sempurna. Lihatlah, Stephen Hawking. Dialah salah satunya, dengan jari-jari tangan yang tidak berfungsi, jemari kakinya bisa meletikkan buah pikirnya dalam tulisan2. Pipiet Senja yang kita kenal sebagai penulis ulung, kepenulisannya adalah diawali dengan penyakit kuning yang menggerogotinya. Buktinya mereka bisa. Kita sangat boleh mencontoh semangatnya. Puisi di bawah ini adalah salah satu bentuk renunganku terhadap sedikit gangguan kulit pada kedua telapak tanganku. Ini tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan ketidaksempurnaan fisik ataupun penyakit kronis. Tapi, kita harus ingat bahwa hal kecilpun jika disyukuri akan terasa besar, berarti secuil kelemahan yang ada, kita pasti memikirkannya, maka dari hal yang kecil kita bisa mengatasi kesulitan yang besar. Tetap bersyukur, mudah2an memotivasi. Ingatlah, kesempurnaan hanya milik ALLAH, jadi tinggal bagaimana kita menyikapinya agar tak selalu menuntut kesempurnaan. jadilah sempurna dengan caramu sendiri...)*
Sepuluh jari tangan ini
memang tak sempurna
Ada penyakit hinggap
padanya
Perih terkadang membuat mata iba
Darah yang mengalir sering sesakkan sukma raga
Perih terkadang membuat mata iba
Darah yang mengalir sering sesakkan sukma raga
Sepuluh jari tangan ini bukan bencana
Hadirnya adalah karunia Sang Kuasa
Hadirnya adalah karunia Sang Kuasa
Walau besarang segala sukar
Kuingin membuatnya tetap mekar
Sepuluh jari tangan ini tiada menyiksa
Bahkan geraknya buatku
tersenyum ria
Ia adalah penghibur duka
Dari letikannya kubisa
berkarya
Sepuluh jari tangan ini memang tak sempurna
Tapi kuingin membuatnya penuh makna
Bukan tanpa celah yang kunanti
Tapi kuingin membuatnya penuh makna
Bukan tanpa celah yang kunanti
Melainkan rasa syukur pada Ilahi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar