Minggu, 04 Maret 2012

Memori Sahabat




(14 September 2011, sahabatku memutuskan untuk melanjutkan belajar di pondok pesantren. Awalnya, kami saling tak rela, tetapi kami harus berfikir luas, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk esok, lusa, dan nanti. "Ilmu itu penting, dan tak penting di mana kita mendapatkannya (baik jauh maupun dekat). Persahabatan penting, dan tak penting dimana antara dua orang yang bersahabat itu berada. Kita punya mimpi. Dewasa nanti kita akan berbagi kesuksesan dari perjalanan mencari 'ilmu dari tempat yang berbeda, namun satu tujuan...demi Cita-cita mulia. Sahabat dalam kebaikan dunia akhirat-lah yang sangat kubutuhkan." Ini untuk sahabatku nun jauh di sana, inilah saat perpisahan aku dengannya tiba)

Ingatkah sahabat,
Ketika senyuman menghiasi kebersamaan kita
Saat canda lekat dalam hari-hariku bersamamu
Tidakkah kau tatap langit?
Di atas sana pelangi indah turut menghiasi
Tinggalkan sebercak cahaya menerangi kisah kita
                Ingatkah sahabat,
                Ketika langkah kaki mengukir persahabatan kita di atas perjalanan panjang
                Saat kau dan aku merangkai indahnya kasih tiada pamrih
                Melukiskan warna warni dalam cerita
                Aku mengerti, kaulah sahabat terbaikku
Namun ingatkah sahabat,
Ketika langit redup tanpa cahaya
Tiada kilau bintang yang berseri
Hatiku sunyi dan kaupun sepi
Seketika alam membisu
Merenungi akan kepergianmu esok
                Sahabat tercinta kan menjejaki hari-hari baru
                Menjala ilmu tuk raih asa gemilang
                Jauh di seberang sana kau akan menetap
                Titipkan sebuah persahabatan yang erat
Tahukah sahabat,
Harap pinta kumunajatkan pada sang Tuhan
Kelak kau dan aku akan kembali dipertemukan
Tangisku menambah arti kerinduan
Untukmu sahabat, aku relakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar