(Manusia seringkali dihadapkan kepada dua kejadian, yakni menyenangkan & menyedihkan. Dalam perlombaan, ada yang menang & ada yang kalah itu memang harus terjadi. Kemenangan ataupun kegagalan adalah petunjuk terbaik dari Allah Subhaanahu Wata'aala. Keduanya patut disyukuri. Suatu keberhasilan ditentukan dengan seberapa tegar seseorang ketika dalam kegagalan. Yang terpenting, tetap keduanya sangat berharga. Kita takkan menemui kemenangan sebelum pernah merasakan kekalahan.
Puisi ini kutulis untuk seseorang yang menemui kemenangan dalam sebuah kompetisi dakwah, dan berhasil mengangkat derajat kedua orang tuanya di dunia. Semoga ini bisa bermanfa'at)
Seindah hijau dedaunan
Sedamai oranye senja mempesona
Sehalus pasir putih menjelma
Sesunyi sapa angin nan sepi
Setegak mercusuar berdiri
Sekencang arus terbangkan layar
Setinggi mahkota ‘arasy Sang Ghoffaar
Sedamai oranye senja mempesona
Sehalus pasir putih menjelma
Sesunyi sapa angin nan sepi
Setegak mercusuar berdiri
Sekencang arus terbangkan layar
Setinggi mahkota ‘arasy Sang Ghoffaar
Sujudku
termenung memeluk diri
Terdiam tangisi rintihan hati
AllaahuAkbar !
Yaa Muqollibal Quluub...
Tsabbit qolbiy ‘alaa diinika...
Wa’alaa thoo’atika...
Yaa Rohmaanurrohiim...
Pada hari ini kau angkat hidupku di mata manusia
Malam ini kau buat jutaan lisan memujiku
Kaulah yang mengetahui bagaimana keadaan hatiku
Dan kau Maha Tepat tentang apa yang tersirat dalam fikirku
Sungguh Anugerah ini ialah milik-Mu Yaa Robb
Tiada arti berdiriku tanpa bimbingan-Mu
SubhaanAllaah...Walhamdulillaah..
Terdiam tangisi rintihan hati
AllaahuAkbar !
Yaa Muqollibal Quluub...
Tsabbit qolbiy ‘alaa diinika...
Wa’alaa thoo’atika...
Yaa Rohmaanurrohiim...
Pada hari ini kau angkat hidupku di mata manusia
Malam ini kau buat jutaan lisan memujiku
Kaulah yang mengetahui bagaimana keadaan hatiku
Dan kau Maha Tepat tentang apa yang tersirat dalam fikirku
Sungguh Anugerah ini ialah milik-Mu Yaa Robb
Tiada arti berdiriku tanpa bimbingan-Mu
SubhaanAllaah...Walhamdulillaah..
WalaailaahaillAllaah..WallaahuAkbar..
Wahai Sang Maha Pemberi Kemenangan
Tuntunlah jalanku mencapai Ridho-Mu
Istiqomahkanlah tujuanku menuju kemenangan yang nyata
Kemenangan saat berkumpul dalam Syurga bersama Anbiya wasSyuhadaa
Wahai Sang Maha Pemberi Kemenangan
Tuntunlah jalanku mencapai Ridho-Mu
Istiqomahkanlah tujuanku menuju kemenangan yang nyata
Kemenangan saat berkumpul dalam Syurga bersama Anbiya wasSyuhadaa
Maka jangan Kau condongkan hatiku pada sandiwara
sementara
Maka jangan Kau biarkanku menuruti rayuan dunia
Kumohon ampunan serta restu-Mu menggenggam jalan hati
Yaa Illaahi Robbiy..
Tundukkan aku dalam keberhasilan
Bangunkanku dari kegagalan
Beriku perjalanan panjang menuju asa gemilang
Maka jangan Kau biarkanku menuruti rayuan dunia
Kumohon ampunan serta restu-Mu menggenggam jalan hati
Yaa Illaahi Robbiy..
Tundukkan aku dalam keberhasilan
Bangunkanku dari kegagalan
Beriku perjalanan panjang menuju asa gemilang
Jangan
biarkanku menjadi mutiara hitam yang kelam
Tiada berguna lagi keindahannya
Karena debu pekat telah melekat
Lillaahilhamd...
Sungguh segala pujian ialah milik-Mu
Tiada berguna lagi keindahannya
Karena debu pekat telah melekat
Lillaahilhamd...
Sungguh segala pujian ialah milik-Mu
Biarku agungkan Asma-Mu
Beriku ruang hati yang luas lagi tak berbangga diri
Karuniakanlah aku tawadhu’ yang syahdu
Kuatkan semangatku tegakkan agama-Mu
Lindungiku dari takabbur dan jadikanlah aku hamba-Mu yang pandai bersyukur
Beriku ruang hati yang luas lagi tak berbangga diri
Karuniakanlah aku tawadhu’ yang syahdu
Kuatkan semangatku tegakkan agama-Mu
Lindungiku dari takabbur dan jadikanlah aku hamba-Mu yang pandai bersyukur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar